Tidak hanya fisik, kesehatan mental juga perlu dijaga. Terlebih lagi, mental adalah kunci dari kebahagiaan dan tubuh yang sehat. Bila mengalami gangguan, tingkat kecemasan dan depresi meningkat diikuti dengan tingginya risiko terkena berbagai penyakit.
Sayangnya, pikiran bisa mengalami gangguan sehingga kondisinya menurun. Beberapa tanda dalam artikel ini patut Anda pahami untuk mengantisipasinya. Dengan demikian, gangguan tersebut tidak sampai berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
6 Tanda Kesehatan Mental dalam Kondisi Buruk

Pepatah lama mengatakan “men sana in corpore sano”. Artinya, kesehatan fisik dan mental berjalan beriringan sehingga perlu sama-sama dijaga. Sayangnya, terkadang seseorang mengabaikan tanda bahwa pikiran sedang tidak baik-baik saja, seperti:
-
Perubahan Perilaku dan Emosi
Tanda pertama yang sering muncul dan mudah dikenali adalah adanya perubahan perilaku serta emosi. Hal ini membuat seseorang kerap merasa cemas, panik, takut, hingga kesedihan yang ekstrem.
Selain itu, berbagai perbuatan buruk juga sering dilakukan. Contohnya adalah menyakiti diri sendiri maupun orang lain, mengonsumsi alkohol hingga narkoba, dan enggan untuk menjaga kebersihan diri sendiri.
-
Perubahan Pola Tidur dan Makan
Pola tidur yang berubah menjadi tanda kedua bahwa kesehatan mental sedang tidak baik-baik saja. Selain insomnia yang mengakibatkan kurangnya jam istirahat, tidur secara berlebihan juga perlu diwaspadai.
Begitu pula dengan pola makan. Sebagian orang akan kehilangan nafsu makannya sehingga tidak mau mengonsumsi apapun tanpa merasa lapar. Sebagian orang lainnya malah menyantap terlalu banyak makanan.
-
Gangguan Konsentrasi dan Kognitif
Mental yang memburuk dapat membuat konsentrasi terganggu. Akibatnya, seseorang akan mengalami kesulitan saat berpikir jernih sehingga tidak bisa membuat keputusan dengan baik.
Kognitif pun akan ikut menurun. Misalnya, kualitas pekerjaan atau tugas sekolah menjadi menurun. Alhasil, teguran atau nilai yang buruk akan diperoleh. Tidak hanya itu, orang dengan pikiran kacau juga akan sering lupa bahkan terhadap hal sepele.
-
Kelelahan Ekstrem
Tanda selanjutnya adalah mengalami kelelahan fisik dan mental setiap saat meskipun tidak melakukan aktivitas berat yang menguras tenaga atau pikiran. Hal ini sering bertahan walaupun sudah berusaha untuk beristirahat cukup.
Kelelahan ini akan membuat seseorang merasa kekurangan energi untuk melakukan berbagai kegiatan di kehidupan sehari-hari. Sebagian orang bahkan tidak mampu untuk bangkit dari tempat tidurnya.
-
Perasaan Putus Asa dan Tidak Berharga
Menurunnya kondisi mental bisa diikuti dengan perasaan putus asa dan tidak berharga. Perasaan ini akan membuat seseorang berpikir negatif secara terus-menerus tentang dirinya sendiri.
Di samping itu, ia bisa mengalami rasa bersalah secara terus-menerus meskipun tidak melakukan suatu kesalahan. Pada akhirnya, dirinya akan selalu dilingkupi dengan pikiran yang sebenarnya tidak relevan dengan kehidupan nyata.
-
Menarik Diri dari Lingkungan Sosial dan Hobi
Orang dengan kondisi mental yang buruk akan menarik dirinya dari interaksi sosial. Dia tidak mau lagi bertemu atau bahkan sekadar berbicara dengan sahabat, keluarga, maupun orang-orang lainnya hingga merasa dirinya terisolasi.
Selain muncul keengganan untuk berinteraksi, menurunnya kondisi mental bisa membuat seseorang enggan melakukan aneka aktivitas atau hobi yang dulunya disukai. Dia kerap memilih untuk berdiam diri di suatu tempat meskipun sendirian saja.
Jika Anda mengalami tanda-tanda menurunnya kesehatan mental di atas dan tidak kunjung hilang, maka jangan segan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. Ingatkan dan temani orang-orang di sekitar Anda bila mengalami hal tersebut.
